NTT Dapat tambahan Jatah Pupuk,

Kecuali Urea Berkurang Satu ton

            Kupang, -Kabar gembira bagi para petani sawah di NTT yang selama ini mengeluhkan kelangkaan pupuk. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian RI sejak Akhir Agustus 2015 menambah jatah setiap jenis pupuk untuk NTT, kecuali pupuk urea yang jatahnya berkurang.

            “Kita sudah lama mengajukan tambahan pupuk tapi baru dijawab pihak Kementerian. Untuk mengatasi kelangkaan pupuk sebelum pupuk ini datang, selama ini kita melakukan reolokasi dari daerah lain, seperti dari Alor dan Sabu Raijua, “kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTT, Ir. Yohanes Tay Ruba, saat ditemui diruangan kerjanya, Kamis (3/9/2015).

            Sesuai Surat Keputusan (SK) Kementerian Pertanian RI, Desember 2014, jatah pupuk untuk Provinsi NTT tahun 2015, yakni urea 24.000 ton, ZA 2.960 ton, SP36 5.000 ton, NPK 11.000 ton dan organik 5.000 ton.

            Namun sesuai SK terbaru Kementerian Pertanian RI tanggal 31 Agustus 2015, jatah pupuk untuk Provinsi NTT, yakni pupuk organik menjadi 7.000 ton dari sebelumnya 5.000 ton atau bertambah 2.000 ton, NPK menjadi 16.000 ton dari sebelumnya 11.000 ton atau bertambah 5.000 ton, ZA menjadi 3.800 ton dari sebelumnya 2.960 ton atau bertambah 840 ton. Sementara SP36 tetap 5.000 ton dan Urea berkurang 1.000 ton menjadi 23.000 ton.

Yohanes mengakui, kekurangan pupuk yang dikeluhkan para petani selama ini adalah pupuk NPK dan Organik. “Tetapi selama ini kita atasi dengan melakukan realokasi antar Kabupaten, “katanya.

            Yohanes mengatakan, pupuk yang baru ini sudah dialokasikan ke Kabupaten dan semua Kabupaten mendapat alokasi yang porsinya ditentukan sesuai rencana definitis kebutuha pokok (RDKK) setiap Kabupaten.

Sumber: Pos Kupang, Sabtu 5 September 2015

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.