Pendidikan NTT Jadi Perhatian Pusat,

Kemendikbud Gencarkan Akselerasi Infrastruktur dan Mutu

            Kupang, -Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI terus membangun komitmennya untuk melakukan ekseleras serta percepatan peningkatan mutu infrastruktur di daerah Nusa Tenggara Timur.

            Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, RI, Daryanto kepada wartawan di Kupang, Sabtu(5/9) lalu, mengatakan dengan berbagai upaya pendanaan melalui APBN, Kemendikbud RI sementara focus membangun infrastruktur diberbagai daerah perbatasan dengan Negara tetangga RI.

            “NTT menjadi pusat perhatian akselerasi pendidikan khususnya dalam peningkatan mutu SDM maupun penigkatan infrastruktur pendidikan, “jelas Daryanto. Dijelaskannya, pihak Kemendikbud juga sudah melakukan berbagai konsultasi dan rapat dengan Komisi X DPR RI. Dan, sesuai data Kementrian, banyak kondisi gedung sekolah yang rusak maupun gedung kelas yang di perbaiki serta diperlukan penambahan, “jelas Daryanto.

            Dijelaskannya, Komisi X DPR RI merupakan mitra dengan Kemendikbud maka berbagai program selalu dikomunikasikan. “Komisi X DPR RI sudah langsung bertemu dengan Kemendikbud dan melaprkan sekolah yang rusak, gedung-gedung yang rusak serta perlu diperbaiki. Atas persoalan dan kendala pendidikan di NTT ini, Kemendikbud akan alokasikan anggaran untuk peningkatan infrastuktur.

            “Kemendikbud segera melakukan akselerasi, dengan pertama-tama melakukan pendataan secara vailid. Konsentrasi pembangunan infrastruktur menjadi titik berat perhatian pusat untuk karena menurut menteri, pendidikan menjadi ujung tombak kemajuan bangsa. Kemendikbud akan berikan perhatian untuk percepatan, pendidikan di NTT. Akan ada porsi anggaran APBN untuk NTT, “ jelas Daryanto.

            Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. NTT, Sinun Petrus Manuk,mengungkapkan kehadiran Irjen Kemendikbud tersebut adalaha dalam rangka memberikan sosialisasi penggunaan dana dekomnsentrasi sesuai dengan berbagai aturan yang berlaku. Mulai dari kualitas penggunaan dana, kuantitas penggunaan, harga, sasaran sampai waktu pelaksanaan.

            Dijelaskan Sinun Manuk sejalandengan otonomi daerah maka banyak dana pusat yang dikelola oleh daerah. Oleh karena itu melalui sosialisasi tata cara penggunaan dana dekonsentrasi ini maka diharapkan ada tanggung jawab yang valid untuk penggunaan dana pusat ini dari daerah, dalam hal ini SKPD Dinas P dan K Provinsi NTT.

            Sekretaris Dinas P dan K Provinsi NTT, Alo Min dalam laporannya, mengatakan, dengan dilaksanakan kegiatan yang diikuti para pejabat lingkup Dinas P dan K Prov NTT, PPK, Bendahara dan operator keuangan diharapkan akan membantu dalam pengelolaan keuangan dalam rangaka mempercepat berbagai srapan penggunaan dana.”Pelaksaan kegiatan sosialisasi ini dilakukan dengan system ceramah, diskusi dan simulasi,” jelas Alo Min.

Sumber: Timex Kupang, Senin 7 September 2015

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.